Hachi atau
Hachiko, siapa yang tidak kenal anjing yang sangat setia ini. Terlebih filmya juga
sudah banyak yang menonton dan mendapat banyak rekomendasi untuk ditonton.
Namun sepertinya belum banyak yang mengenal dan mengetahui ada juga anjing yang
sama setia nya seperti Hachiko, yaitu Red Dog. Bagi saya pribadi, walau
sama-sama setia keduanya punya sifat yang agak berbeda. Kalau Hachiko setia dan
sabar menunggu sampai akhir hidupnya, beda dengan Red Dog yang walau pun setia,
anjing ini lebih tidak sabar. Dikisahkan setelah tuannya meninggal, dia
menunggu majikannya sampai beberapa minggu di depan rumah majikannya. Namun
setelah merasa tidak ada kepastian,maka Red Dog memutuskan untuk mencari
tuannya menyusuri pesisir barat Australia. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Red
Dog pernah sampai ke Jepang. Setelah mengetahui bahwa memang tuannya tidak akan
kembali, dia pun memutuskan untuk melihat sekali lagi ke rumah tuannya untuk
memastikan. Setelah dirawat oleh teman-teman tuannya dan wanita yang sangat
disayangi tuannya. Akhirnya Red Dog bisa merasakan kebahagiaan sesaat, walau
kemudian mengalami sakit dan sempat menghilang dari pandangan orang-orang
disekitarnya. Namun, akhirnya lebih baik dari Hachiko karena Red Dog entah
bagaimana bisa menemukan makam tuannya untuk menghembuskan nafas yang terakhir.
Kisah nyata ini juga telah difilmkan dengan judul “Red Dog”, dan menurut saya
layak untuk ditonton apalagi jika Anda penggemar cerita tentang kesetiaan hewan
terhadap manusia.
Welcome and Have fun ^__^
semoga isi di blog saya yang sederhana ini bisa bermanfaat buat para pengunjung..Maaf kalau ada kata yang salah ya.... Selamat menikmati... :)
Tampilkan postingan dengan label resensi film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi film. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 September 2012
Jumat, 23 Maret 2012
The Raid Review - Laga, efek darah dan tembakannya mantap
Menegangkan dan bikin gregetan, hehehehe. Itu sih ekspresi pacar saya waktu nonton film Indonesia yang sedang mendunia (katanya dan emang nyatanya :p) “The Raid”. Kalau saya, ya sama. Memang benar-benar menegangkan film yang ceritanya sebenarnya sederhana ini. Tujuannya hanya menangkap bos mafia yang katanya tempatnya belum terbukti salah di hadapan hukum. Aksinya memang di atas rata-rata film Indonesia pada umumnya, apalagi genre nya adalah action dimana kebanyakan film di negeri ini mengangkat tema horror, komedi,dan percintaan dan bumbu-bumbu adegan dewasa.
Mad dog adalah tokoh favorit saya, hehehe. Selain pemeran utama tentunya. Tangan kanan bos mafia ini yang selalu ingin berantam kepada lawannya adalah nilai plusnya. Sayangnya, kekalahannya malah terkesan dicurangi oleh dua tokoh yang sampai beberapa lama bertarung dengannya masih belum bisa menumbangkannya, hehehehe. Uniknya lagi, dia suka bertarung bersih namun entah kenapa sebelum melawan duo jagoannya, dia malah memukuli satu jagoannya dengan tangan terikat yang sebelumnya telah ditusuk pisau. Belum lagi ketika dia menyeret si kapten yang gugur dalam pertarungan. Pacar saya saja bilang”KOK JEJAK DARAHNYA SEBELUMNYA BERSIH? TAU TAU DI DEPAN LIFT MALAH ADA JEJAK DARAH DARI KAPTEN YANG DISERET-SERET ITU YA?. Iya juga menurut saya. Tapi seperti pendapat pacar saya juga. Baru ini film Indonesia yang punya aksi terbaik yang pernah kami tonton. Walau kapten nya ternyata tidak lebih hebat dari anak buah yang katanya anak ingusan itu. Tapi aksi tembak-tembakan dan bertarungnya efeknya sangat nyata. Belum lagi kalau matinya kena senjata tajam. Bikin kaget-kaget aja.
Dan sekali lagi menurut saya, aksi laga ini memang diatas rata-rata. Jangan membandingkan dengan film-film laga yang sering kita liat di tv swasta yang tokoh nya bisa bertarung dengan makhluk fantasy tiga dimensi yang bagi saya mirip animasi screensaver itu, jauh bedanya. Oh iya, sebelum saya lupa. Saya penasaran apa terjemahan yang dipakai buat tontonan Internasional apa benar-benar nama spesies hewan seperti yang sering diteriakkan oleh pemerannya apa benar memakai “DOG” dan “PIG”? Hehehehe. Apa orang luar tau kalau itu kata kasar/jorok? Hehehehe.
Worthy too watch, tapi bukan untuk Anda yang menginginkan adegan romantis atau pun adegan dewasa yang ada unsur seksi nya. Laga, pukul dan memukul serta tembak-menembak. Darah akan banyak terlihat. Prepare yourself. Happy Watching (Buat yang mau nonton).
Image from : http://review-newgadget.blogspot.com/2011/09/raid-film-action-indonesia-kalahkan.htmlKamis, 07 Juli 2011
Kick Ass review
Semua orang ingin menjadi pahlawan. Apalagi kalau memiliki kekuatan super. Inilah yang menjadi tema di film ini. Sayangnya pemeran utamanya hanyalah seorang anak sekolahan, bahkan bukan seorang yang popular di lingkungannya. Namun kecintaannya pada komik membuatnya yakin kalau setiap orang bisa menjadi pahlawan. Itulah sebabnya dia memesan sebuah kostum dari internet dan memulai debutnya sebagai pahlawan. Sayangnya karena dia tidak punya kekuatan, hal yang pertama didapatnya adalah sebuah tikaman di perut kemudian ditabrak lari. Tak lama dia dioperasi dan pihak rumah sakit mengganti banyak tulangnya yang patah dengan logam. Alhasil dia tidak merasa apa-apa kalau dipukul. Itulah yang kemudian membuatnya ingin kembali menjadi pahlawan dengan nama “Kick Ass”. Namun tidak hanya dia yang ingin menegakkan keadilan di kotanya itu. Seorang anak perempuan bersama ayahnya juga ingin membalas dendam terhadap seorang Bandar narkoba di daerah itu. Yang jelas mereka punya motivasi yang jauh lebih serius disbanding Kick Ass sendiri.
Walau dalam film ini ada tokoh jagoan yang merupakan seorang anak kecil yang kira-kira berumur 11 tahunan. Film ini membutuhkan penonton yang lebih dewasa agar mengerti alur dan komedi serta hikmah yang ada di dalam film ini. Dan juga banyak hal-hal yang pasti hanya dimengerti oleh orang dewasa yang ditampilkan film ini. Menghibur dan lucu, namun efeknya tidak seperti film biasa. Overall film ini cukup menarik untuk ditonton. :)
*sumber gambar : jalangfilm.wordpress.com
*sumber gambar : jalangfilm.wordpress.com
I am Sam review

Ketidaksempurnaan seharusnya tidak menghambat kita untuk mencintai. Dan jangan membiarkan harta kita yang paling berharga dipisahkan dari hidup kita. Inilah pesan moral yang didapat oleh penulis saat menonton film “ I am Sam” .
Dalam film ini kita diajari bagaimana cinta bisa menyelesaikan masalah kita kalau kita benar-benar memperjuangkannya. Film ini diawali ketika Sam, seorang pria yang memiliki sedikit keterbelakangan mental sehingga dia masih lugu seperti anak-anak, namun memiliki seorang anak. Kemudian cerita dilanjutkan saat dia berusaha mengasuh anaknya karena “istrinya” langsung pergi entah kemana sesaat setelah kemana.
Bukan hidup namanya jika tidak ada misterinya. Entah bagaimana putrinya ini termasuk seseorang yang sangat bijak bahkan untuk ukuran anak-anak seusianya (menurut penulis lho). Dan konflik dimulai ketika Negara melalui Badan Perlindungan Anak disana hendak mengambil hak asuh atas putrinya karena dianggap ayahnya tidak memiliki kecakapan. Akan tetapi karena rasa sayang nya yang amat besar kepada anakya dia berusaha sesuai kapasitasnya untuk mempertahankan hak asuh itu. Karena dia tahu dia akan gagal kalau sendiri, dia pun menyewa pengacara terbaik sekota itu. Sayang, penghasilannya tidak cukup untuk itu.
Kemudian diceritakan selanjutnya adalah pengacara itu mau membantunya dengan gratis, karena dia tidak mau dituduh tidak punya hati oleh teman-teman seprofesinya. Awalnya sangat berat bagi mereka untuk bekerjasama. Sehingga mereka sempat kalah dalam pengadilan yang membuat ayahnya putus asa. Saat si pengacara menemuinya untuk membicarakan jalan keluar, mereka sempat berdebat. Sam berkata dia (pengacara itu) tidak mengerti bagaimana rasanya terlahir tidak sempurnya. Hal ini membuat si pengacara marah besar namun menangis sambil bercerita tentang kegagalan rumah tangganya dan bahkan anak nya sendiri tidak menuruti dia. Akhirnya mereka berjuang lagi merebut hak asuh anak nya tersebut.
Rabu, 06 Juli 2011
Review "A long Visit"
Tak ada cinta yang lebih besar dari cinta orang tua pada anaknya. Orangtua akan selalu lebih memikirkan keadaan anaknya daripada keadaannya sendiri. Inilah yang akan disugukan kepada anda saat menonton film “A Long Visit” ini. Film ini mengisahkan kehidupan sebuah keluarga sederhana di pinggiran Korea Selatan. Film ini memiliki alur yang mundur-maju, maksudnya cerita diawali saat seorang ibu yang hendak pulang kampong menemui ibunya. Nah, selama perjalanan dia menceritakan kisah hidupnya. Kisah hidup yang sangat sederhana, mempunyai ayah seorang supir bus namun kadang mabuk dan bertengkar dengan ibunya. Adegan yang ada pun beberapa hanya potongan kisah hidupnya. Misalnya saat masih sekolah lanjut dia menemani ibunya berbelanja ke pasar. Dia sempat marah karena ibunya sangat pelit dalam hal anggaran belanja. Kemudian ada adegan lagi dia sudah lulus sekolah dan diterima di kampus di Seoul karena beasiswa. Pada saat dia hendak berangkat, ibunya menuliskan surat dan menyisipkannya di tas putrinya itu. Disitu dia bercerita kenapa selama ini dia harus pelit saat belanja. Ternyata sisa uang belanja itu ditabung agar putrinya itu bisa punya uang dan tidak kelaparan di perantauan. Semua berjalan normal, ibunya sering mengunjunginya karena rindu dan kuatir sehingga membawa banyak oleh-oleh bahkan sayur-mayur.
Adegan selanjutnya adalah kematian ayahnya. Setelah kematian ayahnya karena sakit, dia ingin mengajak ibunya agar tinggal bersamanya di kota. Ibunya menolak karena ibunya tidak ingin menyusahkan anaknya. Film ini mengajarkan agar kita tetap berbuat baik pada orang yang kita sayangi, terlebih orang tua kita selama masih ada waktu.
Puncak kesedihan dalam film ini adalah ketika ibunya tahu bahwa putrinya mengidap kanker pankreas stadium akhir. Itupun karena diberitahu suaminya saat ibunya menelpon suami putrinya karena penasaran apa putrinya sedang bertengkar dengan suaminya.
Endingnya? Mungkin anda bisa menebaknya. Tapi film ini sangat mengharukan untuk ditonton. Sangat direkomendasikan kepada perantau-perantau, ya seperti saya juga J Selamat menikmati ya.
Langganan:
Postingan (Atom)

-horz.jpg)

