Welcome and Have fun ^__^

semoga isi di blog saya yang sederhana ini bisa bermanfaat buat para pengunjung..Maaf kalau ada kata yang salah ya.... Selamat menikmati... :)
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

Jika seorang perempuan terdiam.







Itu bisa berbahaya, bisa jadi dia :
1. Terlalu banyak berpikir.
2. Lelah menunggu
3. Akan meluapkan kemarahan
4. Butuh perhatian
5. Hatinya seakan terpecah
6. Menangis dalam hati
7. Atau malah gabungan semua diatas.
Yang tidak terlalu berbahaya adalah ketika dia terdiam jika sedang :
Online atau sms-an atau BBM-an atau sejenisnya. :p

Kamis, 19 Januari 2012

Kesombongan mengawali kekalahan


             Diawali dari bermain kartu UNO. Ya UNO permainan kartu yang cukup menghibur yang secara sederhana permainannya bergantung pada warna dan angka pada kartu tersebut selain beberapa kartu bonus lainnya. Lebih detailnya ada di om google kok. Yang ingin saya bagikan adalah bukan teknis bermain UNO. Namun, lebih kepada pengalaman yang cukup lucu, menghibur, memalukan sekaligus bermakna (semoga :p).

                        Saya mengenal UNO karena game berformat java yang saya install di hp SonEr. Kemudian saya mengenalkan game tersebut pada pacar saya yang justru membuatnya lebih sering bermain game itu ketimbang saya. Sayangnya kami tak bisa bermain bersama yang kemudian memutuskan untuk membeli saja kartu UNO. Setelah memutuskan bagaimana cara penilaiannya maka kami pun bermain kartu tersebut. Untuk beberapa set nilai kami hanya beda tipis. Nah pada saat set terakhir dimana kami harus berlomba mencapai nilai 500, saya sudah mendapat nilai 320 sementara pacar saya masih 8. Ya, 8 tidak kurang dan tidak lebih.  Secara peluang tentu hal itu akan menguntungkan saya. Yang pada akhirnya pemikiran tersebut membuat saya terlalu percaya diri dan selalu menyidir pacar saya untuk menyerah. Dia hanya berkata “Jangan sombong dulu. Kan masih belum ada yang mendapat nilai 500.” Saya menyahutinya sambil sesekali menyarankan agar dia lebih baik menyerah daripada kalah telak. Sewaktu skor nya bertambah sedikit yaitu 14. Saya biasa saja bahkan berpura-pura berkata kalau saya sengaja mengalah. Dia tetap fokus pada kartu-kartu nya. Sedikit demi sedikit nilainya semakin bertambah, dan memang saya juga mendapat pertambahan nilai sesekali. Namun tidak sebanding dengan pertambahan nilai nya walau sedikit demi sedikit. Sampai tak lama kemudian dia sudah mendapat nilai 420 dan saya masih 378. Hal itu tentu membuat saya harus lebih serius. Dan ternyata dia melihat perubahan sikap saya. “Lho, tadi ada yang senang sekali sampai menyarankan saya menyerah. Orangnya mana ya? Perasaan tadi di depan saya. Sekarang kok jadi sepi sekali? Hahahahaha. Katanya. Kini giliran saya yang terdiam. Akhirnya dia mendapat nilai tepat 500 dan saya hanya dapat 421. Akhirnya dia tertawa apalagi karena melihat saya yang terdiam dan tak tahu mau berbuat apa. Makanya saya berkesimpulan kesombongan akan mengawali kekalahan.

Selasa, 10 Januari 2012

Hidup itu sederhana



Ada aksi ada reaksi
Ada api ada asap
Ada sebab ada akibat
Ada tabur ada tuai
Ada awal ada akhir
Ada usaha ada hasil
Ibarat sebuah gema
Semua akan berujung pada kita
Semakin keras suara
Gema pun makin terasa
Semakin kita memaki
Makian itu pun akan kembali
Yang terpenting adalah
Lakukan yang Anda ingin
Orang lain lakukan untuk Anda
Sebaliknya
Jangan melakukan yang Anda benci
Orang lain lakukan untuk Anda

Rabu, 04 Januari 2012

Happy New Year

Bagi sebagian orang, hal yang pasti berganti pada saat tahun baru hanyalah kalender saja. Ada yang bilang hidup hanya akan begini-begini saja. Malah, ada yang mengatakan hidup akan semakin sulit saja. Bagiku pribadi, tahun yang baru berarti target baru, rencana baru, dan yang pasti harapan dan semangat yang baru. Terkesan idealis memang, tapi waktu yang ada masih bisa digunakan untuk mencoba membuktikannya. Bagaimana dengan Anda? Apakah di tahun ini Anda sudah punya target dan rencana? Atau hanya mengikuti aliran waktu saja sampai akhir tahun nanti? Apapun itu saya harap kita semua bisa menikmati waktu yang ada dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Anyway, Selamat tahun baru ya sobat. Mungkin harapan kita sama, yaitu semoga tahun ini lebih baik dari tahun yang sebelumnya. Ingat,motivasi terbaik berasal dari dalam diri sendiri. :)

Minggu, 25 Desember 2011

Kenapa kau masih tetap ingin hidup?


Hingar-bingar liburan tidak terjadi di tempat ini. Saat liburan, orang-orang justru pergi dari sini menuju kampung halaman mereka. Namun, sesepi apa pun tempat ini jembatan penghubung itu tetap menjadi rute pulang-pergi anak kecil itu. Melintas saat pagi dan melintas lagi saat sore hari, entah apa yang dikerjakannya dibalik jembatan ini.
        Hari ini sedikit berbeda, dia yang tengah melangkah sambil membawa tongkat untuk menopang kakinya yang patah saat terjatuh dari jembatan yang sama beberapa bulan lalu saat tengah berlari melintasi jembatan itu. Saat berada di tengah jembatan itu, dia terhenti sejenak. Bukan karena kelelahan, tapi sepertinya ada orang lain yang diamatinya disitu. Ya, seorang perempuan mungkin baru berumur 20 tahunan. Tampak jelas dia berada disitu bukan untuk menikmati pemandangan. Apa yang ingin dinikmati dari arus sungai yang sangat deras di bawah jembatan itu? Lagipula, kalau dia ingin menikmatinya. Rasanya sangat berlebihan dan membahayakan bila menikmati dengan cara berdiri di atas pembatas jembatan itu.
“Kak, bukannya berbahaya berdiri disitu?” kata anak kecil itu. “Siapa kamu? Mau apa kamu disini? Suka-suka saya dong. Saya memang mau mati. Pulang saja sana! Jangan campuri urusan orang lain!” bentak perempuan itu.”Kenapa kakak mau mati sekarang? Kan nanti juga semua kita akan mati. Tunggu saja waktunya. Sebelum waktunya datang, kenapa tidak menikmati hidup?” tiba-tiba balas anak itu.  Terdiam sejenak, kemudian perempuan itu berkata lagi “Apa yang kau tahu tentang saya? Kenapa berkata begitu? Kamu belum tahu kalau bebanku sangat banyak. Aku tak sanggup lagi. Lebih baik aku mati.” “Terserah kakak saja, kalau langsung mati sih ga apa-apa. Kalau cacat seumur hidup, bagaimana? Bukannya malah lebih buruk? Sebenarnya masalah kakak apa?” Kaget dengan respon anak itu kemudian wanita itu terdiam lagi dan turun dari pembatas jembatan itu, tertunduk dan langsung menangis.” Orangtuaku…orangtua ku baru saja bercerai, aku dipecat dari tempat kerja dan tadi pagi pacarku…pacarku memutuskanku. Kenapa beban ini sangat berat?” katanya sambil terisak-isak. “Tapi kakak sendiri bukan orang yang cacat bukan?” tanya anak itu lagi. “Kakak masih bisa punya orangtua kan? Pekerjaan juga masih bisa dicari, apalagi pacar. Coba kakak lihat saya. Dulu saya ditemukan oleh seorang pemulung. Sampai berumur Sembilan tahun ini saya tidak tahu orang tua saya siapa. Belum lagi keadaan saya yang seperti ini, siapa yang mau mempekerjakan saya.”belum selesai dia menjelaskan si perempuan tersebut langsung berkata”Tapi kenapa kamu masih tetap ingin hidup?” Anak itu pun mulai menjelaskan lagi. “Dulu saya sangat senang melihat kupu-kupu yang beterbangan mengitari embun pagi yang membasahi bunga. Juga matahari yang terbenam dan melihat anak kucing berkelahi dengan riang. Orang yang dulu memungutku pernah berkata. Jika aku masih tetap semangat menjalani hidup, maka akan jauh lebih banyak hal-hal yang indah yang bisa ku lihat dan ku rasakan.” “Kamu sangat hebat bisa mempunyai semangat hidup yang begitu tinggi.” Kata wanita itu sambil mulai tersenyum walau sedikit “Memangnya kamu melihat hal indah setiap hari ya? Hari ini apa yang kamu lihat?” sambung perempuan itu lagi. “Saya melihat senyuman.” Balas anak itu. “Senyuman? Senyuman apa?” tanya perempuan itu lagi. “Senyuman kakak, ternyata senyuman kakak indah juga.” Kata anak itu.”Dasar kamu, bisa aja.” Kata wanita itu yang secara tak sadar semakin tersenyum. “Yah, aku juga diajari cara lain untuk tersenyum bukan hanya melihat matahari dan hewan-hewan, tetapi juga dengan membuat orang lain tersenyum.” Sambil berdiri perempuan itu mengucapkan terima kasih atas pelajaran hidup yang tak akan terlupakan dari anak kecil itu. Dan dia berjanji untuk tetap bertahan dan mempunyai semangat hidup karena suatu saat nanti, hal-hal indah akan datang padanya bila sudah waktunya. Anak itu pun tersenyum dan mereka pun berpisah di jembatan itu.