Welcome and Have fun ^__^

semoga isi di blog saya yang sederhana ini bisa bermanfaat buat para pengunjung..Maaf kalau ada kata yang salah ya.... Selamat menikmati... :)
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 November 2012

Expect Less Do More.



Kalimat yang berarti “Berharap lebih sedikit, berbuat lebih banyak” ini sangat sering mengingatkan ku kala kekecewaan menghampiri. Bagaimana tidak, kebanyakan kekecewaan yang kurasakan adalah karena aku terlalu banyak berharap. Seperti kata-kata seorang teman “sesuatu yang dimulai dengan kata “terlalu” itu biasanya hasilnya kurang baik”. Memang harapan itu memberi kita semangat dan optimis dalam menjalani waktu. Tapi ibarat naik dan kemudian terjatuh, harapan yang tidak kesampaian itu biasanya membawa kesakitan. Tentunya tidak ada kesakitan yang menyenangkan bukan? Apalagi kesakitan yang bersumber dari kekecewaan. Teringat pula akan ilustrasi “sepatu” dari sebuah talk show yang mana menceritakan seorang raja yang hendak menjalani suatu tempat namun jalannya kasar dan berbatu, dia memerintahkan abdinya untuk melapisi jalan dengan bulu domba agar tak melukai siapapun yang melewatinya. Karena waktu yang singkat tentu hal itu tak bisa terwujud. Namun, yang dikerjakan abdi nya adalah melapisi kaki raja dengan bahan ringan namun bisa menjaga agar kaki raja tidak terluka. Pesan moralnya adalah “lebih mudah mengubah yang ada pada diri sendiri daripada yang di sekitar kita.” Ya, mungkin ini hanya langkah kecil namun tetap layak dicoba agar kekecewaan tidak tetap meracuni hati. Apapun yang terjadi tidak ada yang berlangsung sangat lama atau lama. Pasti ada perubahan, jika itu baik, nikmati saja, jika itu buruk jadilah bijaksana. Berbuat sedikit lebih banyak mungkin akan membuat kita menjadi sedikit lebih lelah, tapi kalau hasilnya bisa menjadi sedikit lebih baik. Mungkin layak dicoba. Semua pernah kecewa, tapi hanya yang dewasa atau mereka yang mau jadi dewasa lah yang mampu melalui nya. Ingat segala sesuatu yang sulit itu bukan berarti mustahil untuk dikerjakan. Tetap semangat dan jangan lelah berharap. “Expect Less, Do More”

Rabu, 13 Juni 2012

Hanya sebuah semangat tuk diri sendiri

Dalam sebuah buku motivasi, penulisnya menuliskan kalimat seperti ini " Harapan pada masa depan akan memberi Anda kekuatan pada masa kini." Dan pada film Batman pemerannya juga punya kalimat motivasi yang berbunyi" Mengapa kita terjatuh? Jawabnya adalah agar kita punya kesempatan untuk bangkit kembali." Dan sepertinya situasi yang saya hadapi juga memang menuntut untuk selalu berjiwa besar dan berpikir positif agar bisa bangkit dan tetap punya kekuatan dalam menghadapinya.
Berada di posisi underdog ternyata punya suka duka tersendiri. Suka nya bisa bertemu teman-teman baru dan duka nya adalah kelas underdog itu sedang berada dalam keadaan krisis (kata ketua kelasnya : peace). Masih ada waktu untuk menunjukkan kapasitas sebenarnya dari kelas underdog ini. Setidaknya saya harus memotivasi diri dan tetap optimis bahwa kelas ini adalah memang kelas terbaik untuk kapasitas ku. Semoga kejutan yang akan ditampilkan oleh kelas ini adalah kejutan yang positif seperti kejutan yang dilakukan oleh Denmark kala mengalahkan Belanda atau Swansea City yang pernah mengalahkan Juara Liga Inggris 2011/2012 Manchester City.
Selama kita percaya, masa depan itu pasti akan cerah kok. Kalau pun ada badai, itu hanya sejenak. Tunggu saja. Ketika reda, toh cerah itu akan kembali juga. Ga sedikit terkadang yang pesimis dan berkata "Kalau sekedar bicara kan mudah?". Namun bagiku, tanpa semangat atau motivasi, semua pekerjaan juga akan memberi hasil yang "tanpa semangat" juga. 
Semangat Three Dee (3D : Didoakan, Diyakini, Diusahakan).

Senin, 11 Juni 2012

Kala Juni menyambut..

Dihantui kegagalan? ya itulah hal yang sempat mencuri tawa dan senyumku kala bulan mei menutup lembarannya. Tentunya sesuatu yang ku tunggu ketika telah diputuskan takkan bisa berubah walau matahari terbit di malam hari. Saat tenggelam dalam malasnya kegiatan berlibur, kekuatiranku pun juga semakin malas mengusikku. Dalam kepasrahan aku hanya bisa menatap matahari yang selalu berjalan dari timur ke barat setiap harinya. Ketika kekuatiranku tidak punya kegiatan lagi,maka dia pun menghantuiku kembali dan semakin mengusik ketenangan kala Juni memasuki masa-masa awalnya. Akhirnya, kesempatan untuk tetap melangkah dalam koridor yang selama ini ku jelajahi masih ku miliki. Underdog? sempat menjadi beban juga kala membayangkan rodaku harus berputar lebih kencang dari mereka yang telah start di posisi yang cukup jauh didepan. Kini di kala Juni masih belum matang,aku harus tetap akrab untuk merangkak bersamanya demi menyongsong Juli agar lebih baik. Semoga ini bukan hanya mimpi seperti yang sering dimuntahkan mereka yang katanya peduli tapi selalu mencari kuasa diantara para pemimpi yang masih punya hati. Welcome to this world June 2012. We still have a chance to be better. Setidaknya lebih baik dari aku di bulan-bulan sebelumnya.

Kamis, 19 Januari 2012

Kesombongan mengawali kekalahan


             Diawali dari bermain kartu UNO. Ya UNO permainan kartu yang cukup menghibur yang secara sederhana permainannya bergantung pada warna dan angka pada kartu tersebut selain beberapa kartu bonus lainnya. Lebih detailnya ada di om google kok. Yang ingin saya bagikan adalah bukan teknis bermain UNO. Namun, lebih kepada pengalaman yang cukup lucu, menghibur, memalukan sekaligus bermakna (semoga :p).

                        Saya mengenal UNO karena game berformat java yang saya install di hp SonEr. Kemudian saya mengenalkan game tersebut pada pacar saya yang justru membuatnya lebih sering bermain game itu ketimbang saya. Sayangnya kami tak bisa bermain bersama yang kemudian memutuskan untuk membeli saja kartu UNO. Setelah memutuskan bagaimana cara penilaiannya maka kami pun bermain kartu tersebut. Untuk beberapa set nilai kami hanya beda tipis. Nah pada saat set terakhir dimana kami harus berlomba mencapai nilai 500, saya sudah mendapat nilai 320 sementara pacar saya masih 8. Ya, 8 tidak kurang dan tidak lebih.  Secara peluang tentu hal itu akan menguntungkan saya. Yang pada akhirnya pemikiran tersebut membuat saya terlalu percaya diri dan selalu menyidir pacar saya untuk menyerah. Dia hanya berkata “Jangan sombong dulu. Kan masih belum ada yang mendapat nilai 500.” Saya menyahutinya sambil sesekali menyarankan agar dia lebih baik menyerah daripada kalah telak. Sewaktu skor nya bertambah sedikit yaitu 14. Saya biasa saja bahkan berpura-pura berkata kalau saya sengaja mengalah. Dia tetap fokus pada kartu-kartu nya. Sedikit demi sedikit nilainya semakin bertambah, dan memang saya juga mendapat pertambahan nilai sesekali. Namun tidak sebanding dengan pertambahan nilai nya walau sedikit demi sedikit. Sampai tak lama kemudian dia sudah mendapat nilai 420 dan saya masih 378. Hal itu tentu membuat saya harus lebih serius. Dan ternyata dia melihat perubahan sikap saya. “Lho, tadi ada yang senang sekali sampai menyarankan saya menyerah. Orangnya mana ya? Perasaan tadi di depan saya. Sekarang kok jadi sepi sekali? Hahahahaha. Katanya. Kini giliran saya yang terdiam. Akhirnya dia mendapat nilai tepat 500 dan saya hanya dapat 421. Akhirnya dia tertawa apalagi karena melihat saya yang terdiam dan tak tahu mau berbuat apa. Makanya saya berkesimpulan kesombongan akan mengawali kekalahan.

Rabu, 14 Juli 2010

Belajar dari mereka...

Pulang kampung,siapa sih yang ga pengen? Seperti aku yang cuti 1 minggu hanya untuk pulang kampung dan berlibur bersama keluarga. Seperti biasa, jualan popcorn adalah hal yang wajib, namun menurutku itu hal yang menyenangkan. Setelah menyusun barang dan bahan-bahannya. Aku pun mulai memasak popcorn manis seperti biasa. Tidak jauh dari tempat kami berjualan, ada sebuah kios, yah katakan seperti sebuah kedai kopi. Namun, tempat itu terkesan unik dan menarik perhatianku. Bagaimana tidak sebab yang menjaga dan mengurus serta melayani pembelinya adalah beberapa anakkecil yang hanya berusia sekitar 8-9 tahunan. Ternyata si sela-sela liburannya mereka membantu orang tua mereka. Wah,saya sangat salut kepada mereka. Disaat anak seumuran mereka di tempat lain malah merengek agar bisa berjalan-jalan, mereka malah menikmati membantu apa yang seharusnya menjadi pekerjaan orang tua mereka. Sedikit pun tidak ada keluhan. Bahkan minta mainan karena jasa mereka pun tidak ada dalam pikiran mereka. Dengan serius mereka melayani pembeli, mulai dari membuat teh bahkan sampai memasak mi instan. Penasaran, saya juga memesan mi tersebut. Dan hasilnya, ternyata tak lebih buruk dari apa yang orang dewasa masak. Atau setidaknya ga beda jauh seperti masakan saya. He..he..he....
Sampai sekarang saya suka mengingat kejadian itu,walau tak banyak kami berkomunikasi, namun mereka mengajarkan saya agar bisa melakukan apa yang menjadi kewajiban dengan baik. Benar-benar anak yang baik dan salut buat orang tua yang bisa mengajarkan pada anaknya hal-hal yang baik juga.

Jumat, 02 Juli 2010

Sore di Lampuuk

"Hari yang indah bukan?". Saat matahari terbenam dan kita berjalan di tepi pantai bersam
a orang yang kita sayangi. Bersama bermain dengan ombak yang menghempas,duh senangnya...